Jumat kemarin saat akan balik ke Bekasi, mampir dulu ke rumah oom di Muntilan, Jawa Tengah. Pada saat yang sama mereka kedatangan tamu perempuan. Bulik mengatakan kepada tamunya bahwa kami akan pulang ke Bekasi. Dan terciptalah dialog ini.
Saya:
Angest...
Dia:
... (Menyebutkan nama tapi sayangnya saya tak sanggup mengingatnya)
Dia:
Pulang kemana?
Saya:
Bekasi
Dia:
Bekasi mana?
Saya:
Bekasi Utara
Dia:
Bukan komplek ya?
Saya:
Komplek kok, Harapan Jaya
Dia:
Ooh, saya punya saudara disana. Kenal dr. Herlina? Suaminya Angkatan Laut. (Mulailah dugaan bahwa saya mengenal seluruh penduduk komplek tempat tinggal saya)
Saya:
Yang mana ya? Gak kenal
Dia:
Masa sih? Dia dokter, suaminya Angkatan Laut, anaknya... (Mulai sedikit memaksa)
Saya:
... (Bingung)
Dia:
Dulu ancer2 rumahnya deket mini market. Katanya sekarang udah jadi studio foto.
Saya:
Emang kapan terakhir kesana?
Dia:
Saya terakhir kesana... (agak mikir) Tahun '87 (Gubrakk!)
Saya:
Waduh, tahun segitu komplek saya masih banyak sawah. Sekarang udah rame banget. Pake macet segala.
Bulik Saya:
Disana tuh luas banget (Berusaha membela). Lagian disana belum tentu kenal satu komplek.
Dia:
Orang kota sih ya! (Lho kok nge-judge orang kota pasti ga kenal tetangga?!)
Saya:
(udah kepalang dituduh) Iya, jangankan satu komplek. Satu RT aja belum tentu kenal.
Moral story, berusahalah mengenal tetangga Anda. Agar kalau ada yang bertanya ketika mudik kita gak kelihatan cuek.(Gak penting juga sih!)